Python 0.9.0: Rilis Publik Pertama yang Mengubah Segalanya

ilustrasi awal python tercipta hingga saat ini dan fumgsi utama python itu sendiri

Python 0.9.0: Rilis Publik Pertama yang Mengubah Segalanya

    Dalam sejarah teknologi, ada momen-momen yang mengubah arah perkembangan selamanya. Kita sering membicarakan peluncuran iPhone pertama atau munculnya internet. Namun, ada satu momen yang jauh lebih sunyi, lebih sederhana, tetapi memiliki dampak yang sama besar di dunia pemrograman: rilis Python 0.9.0 pada Februari 1991.

    Rilis ini bukanlah sebuah acara besar. Tidak ada konferensi pers, tidak ada pemberitaan di media arus utama. Ia hanya sebuah pengumuman sederhana yang diposting di forum internet kuno bernama Usenet. Namun, di dalam paket perangkat lunak kecil itu, terdapat benih-benih revolusi yang akan tumbuh menjadi salah satu bahasa pemrograman paling berpengaruh di dunia. Artikel ini akan mengajak Anda menyusuri kembali momen krusial tersebut, memahami fitur-fitur yang sudah ada di dalamnya, dan melihat bagaimana sebuah rilis publik yang sederhana dapat menjadi titik awal dari sebuah kisah sukses yang fenomenal.

Keheningan Sebelum Gemuruh

    Sebelum rilis publik, Python hanyalah proyek pribadi Guido van Rossum, sebuah proyek hobi yang ia kerjakan di waktu luang selama liburan Natal 1989. Ia termotivasi oleh rasa frustrasi terhadap bahasa-bahasa yang ada saat itu—yang terlalu rumit atau terlalu terbatas. Ia membayangkan sebuah bahasa yang mudah dibaca, intuitif, dan fleksibel. Setelah berbulan-bulan bekerja keras, ide-ide itu mulai mengambil bentuk.

    Pada awal tahun 1991, Guido merasa bahwa proyeknya sudah cukup matang untuk dibagikan. Ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk menguji idenya adalah dengan meminta orang lain untuk mencobanya. Ia tidak punya tim pemasaran atau anggaran promosi. Yang ia miliki hanyalah akses ke Usenet, sebuah jaringan forum yang menjadi tempat berkumpulnya para insinyur dan akademisi untuk berbagi ide.

    Dengan cara yang sangat sederhana, pada bulan Februari 1991, Guido memposting sebuah pesan yang mengundang komunitas untuk mengunduh dan menguji Python 0.9.0. Tidak ada klaim berlebihan atau janji-janji revolusioner. Pesannya lugas: "Saya telah mengerjakan bahasa scripting yang baru, dan saya pikir Anda mungkin akan tertarik."

    Sambutan yang ia terima melampaui ekspektasinya. Komunitas Usenet yang haus akan inovasi langsung melihat potensi besar dari bahasa ini. Mereka melihat sebuah bahasa yang tidak hanya kuat, tetapi juga ramah dan mudah dipahami. Rilis ini adalah percikan api yang menyulut minat dan antusiasme di seluruh dunia.

Apa yang Ada di Dalam Python 0.9.0?

    Meskipun masih dalam tahap awal, Python 0.9.0 sudah memiliki beberapa fitur inti yang menjadi fondasi bagi evolusi bahasa ini. Fitur-fitur ini menunjukkan visi jangka panjang Guido tentang apa yang seharusnya menjadi sebuah bahasa pemrograman:

  1. Tipe Data Inti: Rilis ini sudah menyertakan tipe data fundamental yang kini kita kenal, seperti list, dictionary, string, dan integer. Kehadiran dictionary sangat revolusioner. Tipe data ini, yang memungkinkan penyimpanan pasangan kunci-nilai, membuat pengolahan data menjadi jauh lebih intuitif dan efisien dibandingkan bahasa lain yang mengandalkan array konvensional.
  2. Fungsi dan Prosedur: Python 0.9.0 sudah memungkinkan programmer untuk mendefinisikan dan memanggil fungsi. Ini adalah langkah krusial menuju kode yang terorganisir dan bisa digunakan kembali. Konsep fungsional ini memungkinkan programmer untuk memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.
  3. Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) Dasar: Meskipun masih dalam bentuk primitif, rilis ini sudah memiliki konsep kelas dan objek. Guido ingin Python menjadi bahasa yang bisa mendukung OOP dengan cara yang sederhana dan mudah diakses, tidak serumit C++. Ini adalah keputusan visioner yang memastikan Python dapat tumbuh seiring dengan perkembangan paradigma pemrograman.
  4. Penanganan Kesalahan (Exception Handling): Fitur yang kini menjadi standar di banyak bahasa, sudah ada di Python 0.9.0. Dengan try, except, dan finally, programmer dapat menangani kesalahan program dengan cara yang elegan, mencegah aplikasi crash dan membuat kode menjadi lebih tangguh.
  5. Indentasi sebagai Sintaks: Ini adalah fitur paling berani dan paling signifikan dari Python 0.9.0. Guido mengambil ide dari bahasa ABC dan menjadikannya aturan wajib. Alih-alih menggunakan tanda kurung kurawal atau end untuk menandai blok kode, Python hanya mengandalkan indentasi. Meskipun pada awalnya dianggap kontroversial, keputusan ini memastikan setiap baris kode yang ditulis di Python akan mudah dibaca dan konsisten.

Rilis Bukan Akhir, Melainkan Awal

    Python 0.9.0 tidak sempurna. Ada banyak fitur yang belum ada, seperti modul, pustaka standar yang kaya, dan framework yang kini kita nikmati. Namun, yang paling penting dari rilis ini bukanlah apa yang sudah ada, melainkan apa yang telah dimulai. Rilis ini membuktikan bahwa visi Guido van Rossum—bahasa yang sederhana, elegan, dan mudah dibaca—memiliki daya tarik universal.


    Dengan merilis kode sumbernya ke publik, Guido mengundang orang lain untuk bergabung dalam perjalanan. Ia tidak hanya membagikan produk jadi, tetapi juga prosesnya. Ini adalah langkah pertama menuju pembentukan komunitas open-source yang kini menjadi salah satu yang paling aktif dan suportif di dunia.

    Para programmer yang mulai menggunakan Python 0.9.0 tidak hanya mengunduh perangkat lunak; mereka juga mengadopsi sebuah filosofi. Mereka mulai membangun di atas fondasi yang telah diletakkan Guido. Beberapa dari mereka mulai menulis modul, yang kemudian menjadi pustaka standar Python. Yang lain mulai menguji batas-batas bahasa ini, memberikan feedback berharga yang membantu Guido dan timnya menyempurnakan Python di versi-versi berikutnya.

    Rilis publik Python 0.9.0 adalah titik balik. Rilis itu mengubah Python dari sebuah proyek hobi pribadi menjadi sebuah gerakan kolaboratif. Ia menunjukkan bahwa sebuah ide yang kuat dapat menyebar dan berkembang jika diberikan kebebasan untuk melakukannya.

Warisan yang Tak Terlupakan

    Mungkin tidak banyak orang yang masih memiliki salinan Python 0.9.0. Namun, warisannya hidup dan bernapas di setiap baris kode Python yang kita tulis hari ini. Fitur-fitur inti yang diperkenalkan pada tahun 1991, seperti list, dictionary, dan exception handling, masih menjadi tulang punggung dari bahasa ini. Filosofi keterbacaan yang ia tanamkan pada saat itu masih menjadi prinsip panduan bagi jutaan programmer di seluruh dunia.

    Python 0.9.0 adalah bukti bahwa sebuah ide kecil yang dijalankan dengan visi dan keyakinan dapat melahirkan sesuatu yang monumental. Ia adalah pengingat bahwa inovasi tidak selalu datang dengan sorak-sorai dan kembang api, tetapi terkadang, ia datang dengan keheningan, dalam bentuk sebuah pengumuman sederhana di forum online kuno, yang pada akhirnya akan mengubah segalanya.

Komentar